Empat tampilan seorang peneliti yang menggunakan headset dan pengontrol VR untuk menjelajahi CT abdomen di Medical Holodeck.

Mengapa Kedokteran Spasial? · Bagian 1

Meninjau Kembali Pencitraan Medis:
Dari Citra Menuju Pemahaman Spasial

CT abdomen yang dijelajahi dalam VR. Gambar 1, Queisner & Eisenträger, “Surgical planning in virtual reality: a systematic review,” Journal of Medical Imaging 11(6), 062603 (2024). © 2024 Para Penulis. CC BY 4.0. Direproduksi tanpa perubahan; ukurannya disesuaikan untuk tampilan.

Pencitraan medis memberi kita informasi yang sangat terperinci tentang tubuh. Cara informasi itu ditampilkan menentukan seberapa banyak makna spasialnya yang dapat langsung kita lihat dan seberapa banyak yang harus kita rekonstruksi dalam pikiran. Karena itu, visualisasi merupakan persoalan penting dalam kedokteran, dengan dampak pada interpretasi citra, perencanaan operasi, dan cara anatomi diajarkan.

Editorial Medicalholodeck · 13 Oktober 2026

Informasi spasialnya sudah tersedia

CT dan MRI sudah menghasilkan data volumetrik, dan radiolog rutin menggunakan rekonstruksi multiplanar, proyeksi intensitas maksimum, serta rendering volume. Pencitraan tiga dimensi telah menjadi bagian dari kedokteran selama puluhan tahun. Yang layak kembali diperhatikan adalah upaya yang diperlukan untuk memahami anatomi yang digambarkan oleh citra tersebut.

Sebuah penampang dapat memperlihatkan pembuluh darah dengan sangat jelas. Menelusuri jalurnya di seluruh volume memerlukan pekerjaan yang berbeda: mengenalinya pada citra-citra berurutan, mengikuti cabangnya, dan mengaitkannya dengan struktur di sekitarnya. Pembaca citra yang berpengalaman mengembangkan cara yang terampil untuk melakukannya. Keahlian mereka merupakan salah satu alasan pencitraan konvensional begitu efektif. Hal itu juga menjadi alasan untuk memperhatikan antarmuka dengan serius. Sebagian pemahaman berasal dari tampilan; sebagian lainnya berasal dari pengetahuan dan pengalaman pembaca.

Tampilan layar Medicalholodeck yang menunjukkan rendering volume kepala dan leher yang dipotong dengan lapisan segmentasi berwarna, di samping panel CT aksial, koronal, dan sagital.
Rendering volume dan MPR pada tampilan layar Medicalholodeck. Rendering volume yang dipotong dengan lapisan segmentasi berwarna berada di sebelah kiri. Di kanan, panel MPR menunjukkan tampilan aksial (kiri atas), koronal (kanan atas), dan sagital (kiri bawah). Penampang memperlihatkan detail internal; rendering volume menyajikan bentuk spasial.

Kedokteran spasial menempatkan hubungan antara informasi dan interpretasi ini sebagai pusat pembahasan. Istilah tersebut mencakup cara mengamati dan bekerja dengan data medis secara spasial, mulai dari model interaktif pada monitor hingga layar stereoskopis dan lingkungan imersif. Nilainya bergantung pada apakah representasi itu membantu menjawab pertanyaan medis atau pendidikan dengan lebih jelas. Kesan kedalaman hanyalah awalnya.

Apa yang terlihat dari sudut pandang berbeda

Perhatikan perubahan yang terjadi ketika rekonstruksi anatomi diputar. Cabang yang tersembunyi menjadi terlihat; dua struktur yang bertumpang tindih terpisah; jalur pembuluh darah dapat diamati dari sudut lain. Ini merupakan fitur biasa dalam visualisasi 3D, tetapi dapat mengubah banyaknya rekonstruksi mental yang dibutuhkan suatu tugas. Layar datar menyampaikan kedalaman melalui perspektif, bayangan, dan gerakan. Stereoskopi menambahkan disparitas binokular, sedangkan pelacakan kepala membuat tampilan merespons posisi pengamat. Masing-masing menawarkan cara berbeda untuk mengamati geometri yang sama.

Kejelasan geometri tersebut bergantung pada rekonstruksinya. Pohon pembuluh darah hasil segmentasi dapat terlihat lengkap meskipun sebuah cabang kecil terlewat. Pilihan ambang batas dapat menggeser batas struktur, dan struktur yang berdekatan dapat tersambung secara keliru. Karena itu, kemampuan kembali ke irisan sumber yang relevan merupakan bagian dari antarmuka spasial yang berguna. Pembaca dapat memeriksa apa yang direpresentasikan model dan di mana kepastiannya berakhir.

Lihat keterhubungannya

Satu struktur. Dua cara memahaminya.

Ikuti struktur biru melalui tiga tingkat. Kemudian bandingkan penampang dengan tampilan spasial yang saling terhubung.

Penampang terpisah

Tingkat atasTitik cabangTingkat bawah

Gabungkan tiap tingkat untuk menyimpulkan kesinambungannya.

Tampilan spasial yang terhubung

Ikuti hubungan antartingkat

Amati lokasi percabangan struktur.

Skema orisinal tabung bercabang yang diidealkan. Ini merupakan tampilan konseptual, bukan citra CT atau rekonstruksi pasien. Gambar ini mengilustrasikan representasi yang saling melengkapi, bukan perbedaan kinerja yang telah diukur.

Ubah sudut pandang

Putar strukturnya. Ikuti cabangnya.

Cabang utama membelah menjadi cabang-cabang lebih kecil yang memanjang ke depan dan ke belakang. Putar pohon ini untuk memisahkan cabang yang bertumpang tindih dan menemukan hubungan yang tersembunyi pada tampilan depan.

Pohon percabangan 3D interaktif.
Ikuti hubungan antartingkat

Aktifkan rotasi dengan seret untuk memutar model melalui sentuhan atau mouse. Nonaktifkan agar halaman dapat digulir seperti biasa. Tombol panah dan penggeser sudut dapat digunakan kapan saja.

Ilustrasi statis ditampilkan jika 3D interaktif tidak tersedia.

Skema 3D orisinal pohon percabangan yang diidealkan, sebagai pengembangan contoh sederhana di atas. Tidak ada data pasien di dalamnya. Rotasi memperlihatkan geometri; rotasi tidak menambahkan informasi anatomis.

Proses berpikir untuk melihat anatomi

Karya Roger Shepard dan Jacqueline Metzler, “Mental Rotation of Three-Dimensional Objects”, yang diterbitkan dalam Science pada 1971, memberi pemikiran spasial bentuk eksperimen yang sangat konkret. Peserta membandingkan objek yang ditampilkan dalam orientasi berbeda. Semakin besar perbedaan sudutnya, umumnya semakin lama waktu yang diperlukan untuk mengenalinya. Transformasi spasial membutuhkan upaya yang dapat diukur, bahkan untuk objek geometris sederhana.

Interpretasi anatomi melibatkan lebih dari sekadar rotasi. Pembaca perlu mengidentifikasi struktur, mengikuti kesinambungan, dan menggabungkan pengamatan dari beberapa tampilan sambil menilai makna medisnya. Tampilan spasial dapat membuat sebagian hubungan itu lebih mudah diamati secara langsung. Namun, tampilan itu juga dapat menimbulkan masalah tersendiri: permukaan opak dapat menyembunyikan struktur penting, atau kontrol yang sulit digunakan dapat mengganggu pengamatan. Argumen kognitif untuk visualisasi spasial paling kuat ketika mengidentifikasi kesulitan tertentu dan menjelaskan bagaimana tampilan dapat menguranginya. Eksperimen Shepard dan Metzler menjadi dasar untuk mengajukan pertanyaan tersebut, bukan bukti klinis bagi perangkat tertentu.

Hubungan antara kemampuan spasial dan pengetahuan anatomi juga bersifat spesifik. Dalam tinjauan sistematis tahun 2017, Jean Langlois dan rekan-rekannya menemukan hubungan signifikan pada ujian praktik, penampang, dan penyusunan pemahaman anatomi 3D dari tampilan 2D. Esai dan soal pilihan ganda nonspasial tidak menunjukkan hubungan signifikan. Mengetahui fakta anatomi dan memahami ruang anatomi adalah kompetensi yang berkaitan, tetapi suatu penilaian dapat menuntut hal yang sangat berbeda dari keduanya.

Coba ubah perspektif

Objek yang sama, atau bentuk berbeda?

Luangkan waktu sejenak untuk membandingkan dua tampilan ini. Dapatkah Anda memutar salah satunya dalam pikiran agar sesuai dengan yang lain?

Tampilan ATampilan B
Tampilkan jawaban

Objek yang sama. Tampilan B merupakan rotasi 90 derajat dari Tampilan A terhadap sumbu vertikal. Ikuti kubus yang tersambung dari satu ujung ke ujung lainnya: urutan dan hubungannya tetap sama, sedangkan proyeksinya berubah.

Tugas kecil ini mengilustrasikan transformasi mental. Tugas ini tidak mengukur kemampuan spasial Anda atau memprediksi kemampuan interpretasi citra medis.

Latihan ilustratif orisinal. Ini bukan reproduksi stimulus Shepard–Metzler ataupun tes yang telah divalidasi.
Panel a menunjukkan rendering volumetrik anatomi toraks; panel b menunjukkan representasi jala struktur bercabang dan sebuah lesi berwarna hijau.
Representasi yang berbeda menampilkan informasi yang berbeda: (a) rendering volumetrik dan (b) jala. Gambar 7, Queisner & Eisenträger, Journal of Medical Imaging 11(6), 062603 (2024), doi:10.1117/1.JMI.11.6.062603. © 2024 Para Penulis, CC BY 4.0. Direproduksi tanpa perubahan; ukurannya disesuaikan untuk tampilan. Pilih gambar untuk memeriksa versi aslinya.

Ketika tampilan yang lebih jelas mengubah keputusan

Literatur klinis lebih mudah ditafsirkan ketika jenis luaran dibedakan. Tinjauan sistematis tahun 2024 tentang perencanaan operasi dalam VR oleh Queisner dan Eisenträger melaporkan peningkatan pemahaman anatomi dan perubahan rencana operasi setelah pengamatan citra spesifik pasien. Tinjauan tersebut juga menemukan ketidakseragaman metode dan pelaporan, dengan beberapa kesimpulan bertumpu pada pengamatan subjektif atau khusus kasus tertentu. Perubahan rencana menunjukkan bahwa tampilan tambahan memengaruhi keputusan. Apakah keputusan itu menghasilkan operasi yang lebih baik adalah pertanyaan lanjutan.

Segmentektomi torakoskopik menawarkan pengujian yang lebih konkret karena anatomi bronkovaskular setiap individu berkaitan langsung dengan prosedur tersebut. Tinjauan sistematis dan meta-analisis tahun 2025 oleh Hongbo He dan rekan-rekannya mencakup sepuluh studi dan 1.424 pasien. Perencanaan dengan rekonstruksi 3D spesifik pasien dan simulasi virtual dikaitkan dengan odds yang lebih rendah untuk margin bedah yang tidak memadai dan komplikasi pascaoperasi. Pada subkelompok segmentektomi kompleks, waktu operasi dan kehilangan darah juga menunjukkan hasil yang mendukung perencanaan 3D. Beberapa luaran lainnya tidak menunjukkan perbedaan signifikan.

Temuan ini patut diperhatikan justru karena menyangkut luaran operasi. Bukti yang sebagian besar bersifat observasional masih memungkinkan perbedaan pengalaman ahli bedah, pemilihan kasus, dan metode rekonstruksi menjelaskan sebagian hubungan tersebut. Bukti itu juga mengevaluasi alur kerja perencanaan, bukan fitur tampilan yang berdiri sendiri. Hasilnya memberi arah yang berguna bagi penelitian prospektif: menentukan kapan rekonstruksi spasial mengubah pelayanan, dan bagian proses mana yang menghasilkan manfaat.

Pertanyaan dari bedah toraks

Di mana posisi lesi terhadap cabang-cabangnya?

Lesi Ilustrasi ajar sederhana

Mengidentifikasi lesi adalah satu langkah. Memahami hubungannya dengan cabang bronkus dan pembuluh darah adalah langkah berikutnya.

  • Abu-abu: jalan napas
  • Merah: cabang arteri
  • Biru: cabang vena
  • Kuning: lesi
Apa yang perlu Anda periksa?

Dalam kasus nyata, tinjau lesi dan anatomi bronkovaskular individu pada citra sumber, verifikasi segmentasi, dan nilai hubungannya dengan reseksi yang direncanakan. Tampilan yang disederhanakan tidak dapat menentukan margin yang aman atau pendekatan operasi.

Ilustrasi pengajaran konseptual orisinal. Cabang dan penempatan lesi bersifat skematis; ini bukan kasus pasien, atlas anatomi segmental, atau rencana operasi. Lingkaran putus-putus merupakan penekanan visual, bukan margin reseksi yang diukur.

Mempelajari anatomi melalui berbagai representasi

Pengajaran anatomi menghadirkan pertanyaan berbeda: apa yang dapat dipelajari mahasiswa dengan bantuan eksplorasi spasial? Tinjauan sistematis dan meta-analisis tahun 2024 tentang VR imersif dan realitas berimbuh dalam pendidikan anatomi oleh García-Robles dan rekan-rekannya menganalisis 27 studi eksperimental yang melibatkan 2.199 mahasiswa ilmu kesehatan. Hasil gabungan mendukung XR dalam peningkatan pengetahuan anatomi, termasuk ketika digunakan sebagai pelengkap sumber pengajaran lain. Studi-studi itu menggabungkan teknologi, metode pengajaran, dan kelompok pembanding yang berbeda, sehingga temuannya paling tepat dipahami sebagai dukungan bagi suatu pendekatan pendidikan, bukan penilaian terhadap platform tertentu.

Waktu penilaian penting. Sebagian besar intervensi berlangsung satu hari, dan pengetahuan diukur segera sesudahnya. Retensi dan penerapannya dalam pekerjaan klinis masih menjadi pertanyaan terbuka. Bagi pendidik, langkah berikutnya yang berguna adalah menghubungkan representasi: minta mahasiswa mengamati struktur dalam 3D, menemukan lokasinya pada citra penampang, dan menjelaskan hubungannya dari sudut pandang yang tidak familiar. Ini memberi eksplorasi spasial tujuan yang jelas dalam kurikulum dan mempertahankan interpretasi citra sebagai bagian dari tugas pembelajaran.

Memilih tampilan yang sesuai dengan tugas

Pemilihan tampilan mengikuti pekerjaan yang dilakukan. Peninjauan terperinci seri citra mungkin cocok dilakukan pada stasiun kerja yang sudah familiar. Kelompok belajar memerlukan tampilan bersama dan cara yang jelas untuk mengarahkan perhatian. Orang yang menjelajahi anatomi rumit secara mandiri mungkin terbantu dengan kendali sudut pandang sendiri. Layar sentuh, monitor stereoskopis, dan VR menawarkan pengaturan berbeda untuk kegiatan ini. Realitas campuran dan realitas berimbuh menambah tantangan menghubungkan konten virtual dengan lingkungan fisik.

Pilihan itu hanyalah satu bagian dari sistem. Mengimpor data, memeriksa segmentasi, menyimpan anotasi, dan kembali ke irisan tertentu semuanya memengaruhi kegunaan tampilan spasial. Spatial OS dari Medicalholodeck menghadirkan konten medis di berbagai antarmuka dalam pendekatan yang lebih luas ini. Penelitian yang dibahas di sini mencakup beragam teknologi dan alur kerja; penelitian tersebut tidak memvalidasi konfigurasi Medicalholodeck tertentu untuk penggunaan klinis. Pemberitahuan penggunaan klinis di situs ini berlaku.

Pembaca yang tertarik pada cara representasi ini dibuat dapat menjelajahi 3D Slicer, platform sumber terbuka independen untuk visualisasi dan analisis citra medis. Panduan segmentasinya merupakan pendamping yang berguna bagi pembahasan ini: model yang terlihat adalah hasil pilihan pemrosesan yang perlu dipahami dan ditinjau.

Apa yang layak diukur

Seiring makin mudahnya akses ke rekonstruksi dan segmentasi otomatis, menghasilkan model spasial hanyalah sebagian dari tantangan. Penilaian yang lebih sulit adalah apakah manfaatnya sepadan dengan waktu untuk menyiapkan, memeriksa, dan mengamatinya. Perbandingan yang adil dengan metode konvensional harus mencakup pekerjaan tersebut, bersama akurasi interpretasi, kesalahan, dan tuntutan terhadap pengguna.

Pencitraan medis telah memberi klinisi informasi yang semakin kaya. Desain tampilan layak ditelaah seteliti metode yang digunakan untuk memperoleh dan memprosesnya. Kedokteran spasial layak dikembangkan di mana pun hubungan antarstruktur menjadi inti pemahamannya. Kemajuannya akan diukur dari seberapa andal orang dapat menafsirkan, mengajarkan, dan bertindak berdasarkan hubungan tersebut.

Jelajahi Medicalholodeck Spatial OS →
Jelajahi Medical Imaging →

Bagian 1 dari seri editorial “Mengapa Kedokteran Spasial?”. Penelitian yang dibahas di sini mencakup teknologi dan alur kerja di luar produk Medicalholodeck sendiri.